meriam77
LIVEMeriam mengubah pertahanan benteng karena bangunan ikut menjadi sasaran artileri. Pada Abad Pertengahan, meriam telah menjadi senjata standar perang dan efektif terhadap infanteri maupun bangunan [1]. Pertahanan pun perlu menanggapi ancaman tembakan, bukan hanya menghadapi pasukan yang mendekat [1].
MERIAM77: Mengapa Meriam Mengubah Cara Benteng Dipertahankan?
Dari tabung api menuju meriam logam
Meriam umumnya berbentuk tabung besar yang menggunakan bubuk mesiu atau bahan pendorong lain untuk menembakkan proyektil. Ukuran kaliber, jangkauan, sudut tembak, dan daya tembaknya beragam—jadi meriam bukan satu jenis senjata dengan kemampuan yang seragam [1].
Salah satu senjata awal yang digunakan dalam pertempuran adalah tombak api: tabung berisi bubuk mesiu yang dipasang di ujung tombak. Serpihan kadang dimasukkan agar ikut terlempar, sementara bahan laras dari kertas dan bambu kemudian digantikan dengan logam [1]. Perubahan bentuk ini memberi konteks pada perkembangan artileri dari tabung sederhana menuju senjata yang lebih kokoh.
Meriam pertama kali digunakan di Tiongkok, sementara penggunaan artileri mesiu dalam pertempuran yang terdokumentasi tercatat pada 28 Januari 1132, ketika Jenderal Dinasti Song, Han Shizhong, menggunakan huochong untuk merebut sebuah kota di Fujian. Di Eropa, penggunaan meriam diperkirakan terjadi di Iberia pada abad ke-13; di Inggris, meriam digunakan dalam Pertempuran Crécy pada 1346 [1].
Ketika benteng menjadi sasaran meriam
Jika artileri efektif terhadap bangunan, benteng tidak bisa dipahami hanya sebagai penghalang pasif. Seiring berkembangnya teknologi dan taktik baru, benteng-benteng pertahanan lama dianggap tidak lagi memadai; salah satu tanggapannya adalah pengembangan benteng bintang yang khusus dibuat untuk menahan serangan meriam [1]. Sumber tidak merinci bentuk konstruksinya, tetapi tujuan pengembangannya menunjukkan bahwa rancangan pertahanan ikut berubah menghadapi kemampuan senjata.
Ukuran dan mobilitas ikut membentuk strategi
Perubahan tidak hanya terjadi pada benteng. Setelah Abad Pertengahan, meriam berukuran besar mulai ditinggalkan dan digantikan oleh meriam yang lebih ringan, lebih banyak jumlahnya, dan lebih mudah digerakkan [1]. Pergeseran ini menunjukkan bahwa artileri tidak selalu mengutamakan ukuran: kemudahan berpindah juga menjadi bagian dari pilihan senjata.
Di medan perang, lebih dari satu jenis meriam umumnya digunakan, dengan kemampuan yang berbeda dalam kaliber, jangkauan, sudut tembak, dan daya tembak [1]. Karena itu, strategi artileri dapat dibaca sebagai persoalan memilih kemampuan yang sesuai, bukan sekadar mengerahkan meriam terbesar. Benteng bintang dan meriam yang lebih mudah digerakkan memperlihatkan dua sisi perubahan yang sama: pertahanan menyesuaikan diri terhadap senjata, sementara bentuk senjata dan cara menggunakannya juga terus berubah [1].
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia — Meriam. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=30022170&title=Meriam (diakses 2026-10-03).